Menggagas Motion Comic

Motion Comic sebenarnya bukan hal yang baru di dunia komik. Ia sudah lumayan marak di Amrik sana. Saat ini motion comic dibuat, lebih untuk membuat komik-komik yang sudah ada sebelumnya dengan tampilan baru, tampilan multimedia. Panel-panel dari komik yang sudah ada, di’gerakkan’, atawa diberikan efek animasi. Balon kata-kata disuarakan sesuai dengan karakter si pelaku.

Hasil dari produk motion comic adalah video. Atau bisa juga berupa aplikasi interaktif. Beda motion comic dalam bentuk video dengan aplikasi interaktif terletak di fitur navigasinya, dan perangkat untuk menjalankannya.

Di Indonesia kita tahu, industri komik belum semeriah di Amrik atau di Jepang. Mungkin baru saja merangkak naik, tapi belum benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Untuk komik konvensional berupa komik cetak dalam bentuk buku, sangat sedikit yang menjadi best seller, sold out atau populer di masyarakat. Ada juga sih faktor distribusi dan selera masyarakat yang masih ‘luar negeri minded’.

Nah, di Amrik yang motion comic sudah marak dibuat, komik dalam bentuk konvensional cetak ataupun digital seperti ebook dan aplikasi comic reader, tetap digemari dan mendapat antusiasme dari masyarakat. Motion comic menjadi semacam alternatif untuk menikmati komik, dari beragam bentuk komik yang ada, dan ditawarkan ke konsumen.

Saya pertama kali mempunyai koleksi motion comic, ketika mendapati DVD Motion Comic Wathmen di sebuah toko CD dan DVD Musik (saya lupa nama tokonya). Komik Watchmen yang dijadikan motion comic adalah komik versi lawas, versi awal, yang digambar langsung oleh kreatornya, Dave Gibbons. Lay out dan warna sama persis dengan versi cetaknya. Hanya di tambahkan beberapa gerakan minimalis, seperti mata berkedip, mobil yang melaju di jalanan, sampai gerakan tangan yang mengayun pada waktu adegan berkelahi.
Sangat menarik menontonnya. Dan waktu berlalu, sampai terbit niat, kalo saya suatu saat bisa juga membuat motion comic. Apalagi saya sedang gemar-gemarnya mengotak-atik beberapa apilkasi animasi dan editing video seperti Anime Studio dan After Effect.

Kesempatan itu datang bertahun-tahun kemudian. Saat Mas Beng Rahadian menghubungi saya untuk membantu membuat tampilan motion graphic di acara pembukaan Retsrospektif Komik Indie 2005-2015 di Bentara Budaya Jakarta, 7 Mei kemarin. Setelah sambutan-sambutan, acara pembukaan dilanjutkan dengan repertoar pembacaan episode Bhagawad Gita dari komik wayang Mahabharata karya RA Kosasih. Repertoar itu diiringi musik dan tampilan motion grafis dari panel-panel komik.

Sekitar ada 50an lebih panel komik yang harus saya animasikan motion-nya dalam episode Bhagawad Gita itu. Kerja ekstra pontang-panting 🙂
Tapi cukup puas dengan hasilnya. Belum maksimal memang. Terutama karena waktu latihan untuk mensinkronkan antara pembacaan dialog dalam panel dengan tampilan panel yang sedang dibacakan cuma beberapa jam sebelum tampil.

Yang tidak saya duga dari membuat tampilan motion garfis episode Bhagawad Gita, secara tidak langsung saya sedang membuat motion comic dari beberapa panel komik RA Kosasih. Wah!
Usai acara pembukaan, saya sama mas Beng Rahadian sepakat untuk mengedit ulang motion grafis Bhagawad Gita, dan meng-upload-nya ke Youtube sebagai video motion comic.

Tunggu ya! 🙂 *doakan edit-annya cepet rampung*

186 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *