Merangkai Kolaborasi

Aku cukup gembira bisa ber-kolaborasi dengan beberapa tokoh untuk menghasilkan sebuah videografis yang menarik.
Tokoh yang cukup kompeten di bidangnya.

Paling awal, aku kolaborasi dengan bang JJ Rizal. Awalnya aku cukup antusias dengan pernyataan bang JJ Rizal di berita detik.com kalo momen Sumpah Pemuda lebih merupakan sebuah rekayasa politik aktual pada saat itu (tahun 1950an). Itu sesuatu nuansa baru mengenai sejarah Sumpah Pemuda yang selama ini aku kenal dari pelajaran-pelajaran Sejarah yang selama ini aku dapatkan dari bangku sekolah menengah dulu.

Aku kemudian membuat sebuah videografis sederhana tentang isi berita tentang Sumpah Pemuda itu. Aku mention ke bang JJ Rizal untuk menonton link youtube-nya. Beliau cukup senang, argumennya tentang sejarah Sumpah Pemuda divideografiskan. Tapi tentu, bagi bang JJ Rizal, videografis yang aku buat terlalu sederhana kontennya. Setelah berkomunikasi via email dan DM (belum kopdar waktu itu), jadilah Videografis Rekayasa Sejarah Sumpah Pemuda, yang diputar perdana untuk publik di acara Obrolan Langsat (Obsat), bersamaan dengan bang JJ Rizal jadi pembicara di situ. Di acara Obsat itu aku akhirnya kopdar (ketemu langsung) dengan bang JJ Rizal.. 🙂

Kolaborasi aku dengan bang JJ Rizal berlanjut sampai ke videografis berikutnya, Politisasi Kepahlawanan.
Videografis seri sejarah hasil kolaborasi saya dengan bang JJ Rizal cukup mendapat sambutan yang positif. Baik di Youtube, dimana kami mengupload videonya, maupun di forum-forum dimana bang JJ Rizal didaulat sebagai pembicara dan berkesempatan menayangkan videografis tersebut.
Belajar sejarah ternyata sangat menyenangkan, kalau di-video-kan.. 🙂

Kolaborasi Jakarta Tanpa Macet

Sewaktu Aji Prasetyo datang ke Jakarta untuk launching buku komik keduanya, sekaligus meramaikan event Retrospektif Komik Indie acara ulang tahun Akademi Samali, kami sempet kopdar dengan beberapa teman eks-Politikana. Ternyata waktu itu, Aji habis menumpang taksi yang sopirnya adalah lulusan Jerman jurusan teknil sipil bagian transportasi dan air. Bahkan, sopir taksi itu adalah anggota tim konsultan transportasi yang pada tahun 1991 sudah mengajukan konsep busway ke Pemprov DKI ketika itu.

Setelah Aji Prasetyo update status tentang sopir taksi lulusan Jerman, Peter Yan, nama sopir taksi itu, mendadak jadi ramai diperbincangkan di media televisi. Beliau diundang untuk interview di berbagai acara live televisi.

Tapi temen-temen eks-Politikana yang kopdar bersama Aji Prasetyo sepakat kalau kita bantu share pemikiran Pak Peter Yan soal kemacetan dan transportasi di Jakarta, yang memang cukup komprehensif. Akhirnya keluarlah keputusan untuk membuat videografis tentang pemikiran Pak Peter Yan soal kemacetan Jakarta, yang pas kopdar malam itu kita bahas sangat seru dan sampai larut malam.. 🙂

Setelah itu Aji Prasetyo balik ke kotanya, Malang. Aku pun berkomunikasi intens dengan Pak Peter Yan. Lalu lahirlah channel #JakartaTanpaMacet hasil kolaborasi aku dengan Pak Peter Yan.

=====

Berkolaborasi menuntut berpadunya dua individu yang berbeda isi kepala dan persepsi. Masing-masing dituntut sadar peran dan tugas. Bisa jadi ada yang kelihatan dominan, tapi tak akan berarti apa-apa tanpa peran yang lain. Ke depannya aku mengidamkan kolaborasi dengan banyak pihak, tak hanya ahli sejarah atau ahli transportasi. Bisa jadi ahli filsafat, ahli branding dan lain sebagainya.

513 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.