Tantangan #28HariNgeblog; Follow up Free Writing

Pas banget tanggal 1 nih, pas untuk memulai rangkaian tantangan yang berkaitan dengan batas waktu. Kalau di bulan Oktober, ada yang namanya Inktober, tantangan untuk membuat gambar dengan menggunakan ink (tinta) setiap harinya selama bulan Oktober. Tak ada panitia penyelenggara khusus dan pihak sponsor yang akan memberikan hadiah apabila ada yang mampu menyelesaikan itu semua dengan sangat baik (baik ketepatan waktunya maupun kualitas gambar yang dihasilkan).

Di bulan Februari ini, aku mau menantang diriku sendiri, untuk mengupdate blog ini setiap harinya. Ini terinpirasi setelah aku membaca buku dari Pak Hernowo, Free Writing. Lewat metode Free Writing, Pak Hernowo menawarkan untuk menjadikan menulis sebagai satu kegiatan yang tidak membebani. Sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan yang mampu mengendorkan saraf-saraf akibat banyaknya uneg-uneg yang menumpuk dalam diri ๐Ÿ™‚ Juga sebagai upaya melatih siapa saja untuk dapat menulis dengan lancar tanpa menemui hambatan seperti writer’s block, yang membuat banyak calon penulis akhirnya menyerah ketika di tengah-tengah aktifitas menulisnya menemui jalan buntu, dan berakibat cukup parah dengan meninggalkan aktifitas menulis tersebut dalam waktu yang cukup lama.

Setelah membaca buku Pak Hernowo itu, aku efektif baru sekitar 2 pekan mempraktekkan ‘free writing’, setiap hari. Bahkan kadang di beberapa hari aku bisa saja menulis sampai 2 kali sepuluh menit, dengan ‘tema mengoceh’ yang cukup beragam. Mau tidak mau ini menjadikanku bersemangat untuk menulis. Karena dalam aktifitas free writing, dituntut untuk secara sigap mengeluarkan segala uneg-uneg dan ide dalam bentuk bentuk tulisan yang diketik secara spontan dalam jangka waktu 10 menit setiap harinya.

Selama bulan Februari ini (selama 28 hari) tentunya banyak hal yang bakal dibahas, gak cuma seputar sketsa dan visual notes sebagaimana tema dari blog ini. Apalagi update blog ini berkaitan dengan follow up dari aktifitas free writing, dimana dalam free writing aku banyak bahas apa saja, segala hal yang terlintas di kepala.

Nah, dalam free writing menurut metode yang ditulis di buku Pak Hernowo itu ada 2 jenis tulisan yang dihasilkan dalam aktifitas free writing, yaitu MUDS dan MUOL. MUDS, singkatan dari menulis untuk diri sendiri, sedang MUOS singkatan dari menulis untuk orang lain. Hasil free writing yang masuk dalam ketegori MUOS aku follow up untuk jadi bahan update di blog ini.

Selama aktifitas free writing, rata-rata tulisan yang aku buat sebanyak 350-370 kata. Jumlah kata yang cukup untuk juga jadi tulisan di blog. Untuk mengawali mengupdate lagi blog ini, aku rasa jumlah kata segitu cukuplah, apalagi saat ini cukup jarang mungkin orang yang melakukan blog walking, mengunjungi blog-blog yang ada dan membaca semua tulisan di blog tersebut semuanya secara tuntas (*suudzon mode on ๐Ÿ™‚ )

Akhirul kalam, tantangan menulis ini tidak hendak membuktikan diri sebagai orang yang piawai untuk menulis. Ini cuma upaya kecil (yang semoga bisa menular) untuk kembali menggairahkan diri sendiri untuk kembali rajin menulis, aktifitas yang (kelihatannya) sederhana, tapi siapa tahu suatu saat nanti dapat urun manfaat dalam membangun peradaban.

Aamiin..

292 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

4 Comments

    • ditunggu. dibawa santai aja, kayak metode free writing: menulis bebas tanpa takut divonis kalo tulisannya jelek atau gak jelas ๐Ÿ™‚

  • Udah dari tahun kapan gue juga punya ide untuk menantang diri sendiri untuk menulis full satu bulan di bulan februari. Entah itu menulis surat cinta karena februari ini identik dengan cinta, atau cuma nulis sekenanya.

    Lagi mau nyoba juga nih. Masalah bisa rampung dan terpenuhinya diusahakan hehehe

    Mudah-mudahan.

    • ayo, semangat ๐Ÿ™‚
      sebaiknya baca juga ini bukunya free writing, bakal kemotivasi juga untuk rajin nulis, gak peduli seberapa gak jelasnya hasil tulisannya ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.