Free Writing to Free Drawing #28HariNgeblog

Pro kontra mengenai apakah ketrampilan seni yang dimiliki seseorang itu lebih karena bakat atau karena intensifnya yang bersangkutan dalam mengasah ketrampilan seninya ini memang gak akan menemukan titik temu.

Idealnya memang perpaduan antara keduanya, walaupun pihak yang berpendapat bakatlah yang paling dominan dalam hal ini, akan memandang bahwa sekeras apapun latihan yang dilakukan oleh seseorang tanpa bakat ketrampilan seni, tidak akan mampu mencapai kondisi ketrampilan seni semacam pelukis Basuki Abdullah atau pematung Nyoman Nuarta. Ketrampilan seni, bagi mereka yang menekankan aspek bakat, menyangkut soal rasa dan intuisi yang tidak semua orang diberikan anugrah untuk itu.

Aku sendiri melihat bahwa kerja keras dan latihan yang intens untuk mengasah ketrampilan seni bagi mereka yang tidak berbakat bukanlah hal yang percuma. Ada ungkapan umum yang tidak dapat disanggah, yaitu ‘kita bisa karena biasa’. Ungkapan yang lain, berbahasa Jawa, ‘witing trisno jalaran saking kulino’.

Nah, dalam hal latihan ketrampilan menulis, metode free writing ini menurutku paling oke untuk dicoba. Pertama, karena metode ini tidak memberikan iming-iming atau harapan palsu bahwa ketika kita menerapkannya, kita bakal menjadi penulis yang handal atau mahir. Iming-iming atau harapan yang alih-alih menjadi penyemangat, bahkan seringnya menjadi beban atau momok, terutama ketika setelah melaksanakannya beberapa waktu, tak juga menjadi penulis yang handal atau piawai.

Free writing ini tak memberikan syarat yang berat untuk aktifitas menulis kita. Kita tidak dituntut untuk menulis dan menghasilkan tulisan yang bagus. Kita bahkan diberikan kebebasan sepenuhnya untuk menulis apa saja tanpa takut atau malu hasil tulisan kita bisa dipahami atau tidak oleh orang yang membacanya ๐Ÿ™‚

Menggambar (drawing) sebagaimana halnya menulis, ketika latihan sering digelayuti beban dan momok yang memberatkan bahwa hasil latihan gambarnya mesti bagus. Ini yang perlu didekati dengan metode seperti free writing. Latihan menggambar dengan menggambar apa saja dengan bebas, tidak usah takut gambarnya jelek, tidak proporsi atau tidak dapat dimengerti oleh yang melihat. Yang penting, secara konsisten, tangan dengan bebas dan lancar menggoreskan coretan-coretan gambar di atas kertas atau di layar tablet.

Kalau dalam free writing tujuan awalnya adalah untuk mengakrabkan tangan dengan papan ketik keyboard, maka dalam free drawing tujuan awal yang hendak dicapai adalah mengakrabkan tangan dengan pena gambar dan permukaan kertas. Sering kita lihat, orang yang baru pertama kali menggambar tangannya terlihat kaku dan gemetaran menarik garis di atas permukaan kertas. Ini memang karena belum ada keakraban antara tangan yang memegang pena dengan permukaan kertas gambarnya. Seiring dengan latihan yang terus menerus (intens), tangan dan pena akan menjadi akrab dengan kertas bidang gambar. Tangan tak lagi kaku untuk menarik garis, dan dengan ringan menggambar obyek apa saja yang terlintas di kepala maupun yang ada di hadapan mata. Kualitas gambar bagaimana, itu prioritas nomor seratus tiga puluh enam ๐Ÿ™‚

Sebagai manusia yang dianugerahi pikiran dan juga intuisi, pelan-pelan sejalan dengan makin luwesnya tangan menarik garis di kertas gambar, secara gak disadari dengan melihat gambar-gambar yang dihasilkan ada semacam tercapai kondisi โ€˜self correctionโ€™ yaitu kemampuan untuk menilai dengan jujur gambar-gambar yang telah dihasilkan, sekaligus pula mempunyai ide solusi bagaimana memperbaikinya dan meningkatkan kualitas gambar di latihan gambar berikutnya.

Danny Gregory, seorang sketcher dunia pernah membahas dalam bukunya โ€˜The Creative Licenseโ€™ bahwa kemampuan menggambar yang menggunakan sebagian besar intuisi manusia sama halnya dengan aktifitas menyetir kendaraan. Karena untuk aktifitas kapan menginjak pedal gas dan rem, kemudian bersamaan dengan itu melakukan pindah/oper gigi, dan akhirnya melakukan manuver kendaraan seperti belok atau menyalip kendaraan lain, awalnya membuat orang yang baru pertama kali menyetir kendaraan akan terasa sangat kaku sekali, tapi bersamaan dengan seringnya ia latihan dan melakukan aktifitas menyetir, semua item aktifitas menyetir tadi akan dengan mudah dilakukan, di luar kepala, dan bahkan sekarang banyak kita lihat, dilakukan sambil memainkan ponselnya ๐Ÿ™‚

183 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.