Sigap Menyergap Rayap (1) #28HariNgeblog

Musim hujan di malam hari.
Setelah hujan reda biasanya di teras rumah suka kotor dengan banyaknya laron yang mengerubuti bolam lampu di teras. Yang kita lakukan biasanya mematikan lampu teras tersebut, disusul mematikan lampu di ruangan depan. Kebanyakan dari kita menganggap bahwa itu fenomena yang biasa terjadi setelah hujan mengguyur di sekitar rumah. Yang sering luput dari perhatian kita, binatang laron adalah cikal bakal dari rayap, koloni hewan berukuran sangat mini yang siap melahap semua unsur kayu yang ada di rumah kita.

Coba perhatikan gambar di atas, betapa mengerikannya dampak yang diakibatkan oleh koloni rayap yang mengganas menggerogoti segala material rumah yang terbuat dari bahan kayu.

Untuk mengatasi masalah rumah yang sudah terlanjur terjangkit rayapย  memang cukup merepotkan, apalagi hampir semua bagian rumah yang mengandung kayu sudah terserang, mulai dari kusen pintu, jendela, lemari pakaian, lemari dapur, triplek langit-langit rumah, sampai rangka atap rumah yang terbuat dari kayu.

Seperti dalam masalah kesehatan, ungkapan ‘mencegah (datangnya penyakit) jauh lebih efektif dan murah ketimbang upaya mengobati (penyakit tersebut apabila sudah kadung menyerang dan menggerogoti). Tulisan ini akan menjadi tulisan bersambung, dimana di bagian awal ini, aku uraikan bagaimana upaya mencegah koloni rayap menyerbu rumah kita, dilakukan pada waktu awal kita membangun rumah (dari tanah kosong). Kemudian dilanjutkan dengan uraian upaya mengatasi rayap yang sudah kadung menyerbu rumah, dengan berbagai tingkat stadiumnya. (heuheu pakai istilah stadium kayak penyakit kanker apa ginjal aja ๐Ÿ™‚ )

Apa yang aku share di sini berdasarkan pengalaman dulu waktu masih bekerja di proyek konstruksi. Waktu itu proyek yang dikerjakan seluas kurang lebih 2 hektar, dengan renovasi bangunan eksisting seluas 3/4 hektar, yang waktu proyek dimulai sudah dalam kondisi terserang koloni rayap. Proyek tersebut dikerjakan secara swa kelola oleh ownernya. Beruntung sang owner adalah orang yang betul-betul teliti dalam hal mutu dan kualitas bangunan.

Untuk mengatasi masalah rayap di bangunan eksisting dan mencegah koloni rayap menyerang bangunan baru yang akan dikerjakan, dipanggillah 2 perusahaan ternama (inisial R dan T) yang bergerak dalam bidang jasa pembasmi/pengendali hama. Setelah diadakan pitching, terpilihlah perusahaan R yang menghandle pekerjaan untuk membasmi rayap yang sudah kadung menyerang bangunan eksisting dan melakukan upaya pencegahan rayap di bangunan baru yang akan dibangun. Jadi yang dilakukan oleh perusahaan R adalah upaya kuratif sekaligus preventif. Untuk bangunan baru, tidak semua bangunan dihandle oleh perusahaan R ini, hanya sebagian. Sisanya kami sendiri, dari pihak manajemen proyek, yang mengerjakannya.

Dari situ, aku dapat banyak pengetahuan mengenai upaya penanganan koloni rayap, baik secara preventif maupun kuratif. Apalagi sebelum melaksanakan pekerjaannya dalam mengatasi masalah rayap di proyek kami, perusahaan R ini mempresentasikan konsep dan metodenya dalam mengatasi masalah rayap, dari A sampai Z.


Upaya Preventif

Upaya preventif penanganan masalah rayap dalam bangunan dimulai dari pekerjaan penggalian pondasi. Setelah menggali tanah pondasi, lubang galian pondasi jangan buru-buru diisi dengan batu-batu pondasi ataupun cor-coran pondasi beton, tapi dibersihkan dulu dari segala unsur kayu.

Rayap masuk ke dalam bangunan rumah dari bawah, dari tanah. Mereka naik lewat dinding rumah kemudian setelah itu mencari bagian rumah yang mengandung kayu. Sedangkan dinding rumah bertumpu di tanah pada pondasi. Upaya mencegah rayap yang paling awal di bangunan rumah adalah dari bagian pondasi ini. Orang jaman dulu biasa menumpahkan cairan oli bekas ke dalam lubang galian pondasi atau minyak tanah. Itu dimaksudkan sebagai upaya preventif dalam penanganan rayap. Upaya yang cukup murah karena memanfaatkan bahan-bahan bekas yang sudah tersedia. Walau penggunan cairan oli ini cukup merepotkan nantinya bagi tukang yang mengerjakan pekerjaan pembetonan pondasi ๐Ÿ™‚

*bersambung
*gambar dicomot dari hasil googling

201 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *