Menu Literasi di Sela-sela Ngopi #28HariNgeblog

Gak cuma satu dua orang saja yang merasa media sosial saat ini sudah gak nyaman lagi buat berinteraksi secara digital. Terjadi polarisasi besar-besaran di situ, dan saling tuduh dan tunjuk satu sama lain. Saling lempar hoax dan caci maki. Dulu pada masa-masa awal terknologi internet berkembang di Indonesia dan dilanjut dengan perkembangan media sosial, kelihatannya asyik-asyik aja, walau ada perang komentar dan debat kusir di forum-forum online ketika itu, tapi tidak sampai membuat suasana sosial-online ketika itu terpolarisasi dalam beberapa kubu besar yang saat ini demikian panas dan saling caci maki satu sama lain seperti sekarang ini.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Untuk membahas tema seperti ini tidak memungkinkan di media sosial seperti Twitter atau Facebook. Pembahasan hal seperti ini akan melahirkan banyak bias dan debat kusir yang bisa jadi melebar dan sangat jauh pembahasannya dari tema yang ada, bahkan pada akhirnya berakhir dengan polarisasi pendapat yang masing-masing keukeuh dengan membela pendapat kubunya atau menyerang pendapat kubu yang lain.

Media yang dirasa cukup kondusif untuk membicarakannya adalah dengan ngobrol atau menggalau secara offline/kopdar sembari ngopi dan menikmati beberapa cemilan. Back to basic sebagai social community 🙂

Atas inisiatif Damar Juniarto, diadakanlah acara ‘Ngopi Saban Jumat’, sebuah forum offline ajang kopdar para netizen untuk ngobrol banyak permasalahan aktual yang terjadi seputar media sosial dan kehidupan masyarakat Indonesia terkini. Dipilih hari Jumat mungkin karena itu hari terakhir dalam weekdays, waktu yang umumnya cukup senggang karena tak perlu memikirkan besoknya harus bangun pagi-pagi dan menyiapkan agenda kerja (bagi karyawan atau yang kerja kantoran).

Aku baru sempat join dan kebagian menjadi pemantik kegalauan (istilah buat narsum di acara ini) di acara Ngopi Saban Jumat yang ketiga (26 Januari 2018), bersama Erick Gafar (@insideerick).

Bagi pencinta kopi, acara Ngopi Saban Jumat ini pas banget sebenernya. Diadakan di sebuah studio kopi di bilangan Tebet, kemudian sajiannya adalah kopi gayo, free flow, gratis dan bisa isi ulang gelas sampe habis di teko-nya, yang diracik sendiri oleh pemilik studio kopi, Mas Djawon.

Karena nama acaranya adalah Ngopi Saban Jumat, kalo dibikin singkatan sebenernya yang pas adalah Ngopsat (dengan huruf P bukan B). Heuheu, tapi masalahnya kan sudah ada acara ngobrol/ngopi yang jauh lebih dulu pake nama Obsat, dan kegiatannya juga sering diistilahkan dengan Ngobsat (dengan huruf B).

Paling pas menamai acara ini adalah dengan memasukkan istilah atau unsur literasi di dalamnya. Karut marut media sosial belakangan ini salah satunya karena sebab kurangnya literasi para netizen dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, mengenai ‘dunia baru’ ini.

Jadilah tagar untuk nama acara ini adalah Kopi Literasi Jumat disingkat menjadi #KoalisiJumat

Kebetulan tema-tema yang diangkat di acara ngopi ini sarat dengan pandangan dan perspektif aktual dari tim pemantik kegalauan. Tematik pembicaraan ini juga baru disematkan di acara ngopi yang ketiga sepanjang yang aku tahu, yaitu dimulai dengan tema: ‘Media Sosial Makin Jancuk Tanggung Jawab Siapa?’

Kemarin malam (10 Februari 2018) adalah acara Ngopi Saban Jumat yang kelima, temanya semakin seru: ‘KUHP Zaman Now atau KUHP Zaman Orba?’

Tema yang sangat aktual sekali karena pekan depan RKUHP ini akan disahkan oleh DPR dan akan segera berlaku padahal banyak sekali konten dari KUHP berpotensi mengkriminalisasi warga bukan memberikan kepastian atau payung hukum yang adil bagi seluruh warga.

Tema pekan sebelumnya (3 Februari 2018): ‘Negara kok Mematai-matai Warga‘ seputar hak privasi warga yang dilanggar oleh pemerintah.

Seru kan tema-temanya? Dan memang lebih seru dibahas secara offline, sembari ngopi kopi gayo dan pesen cemilan yang ada di Studio Kopi Sang Akar. Bagi yang punya waktu senggang di Jumat malam, sangat direkomendasikan untuk datang ke acara ini 😊

*untuk tema: ‘Media Sosial Makin Jancuk Tanggung Jawab Siapa?’ dimana aku jadi salah satu pemantik kegalauannya, akan aku bahas di tulisan berikutnya di blog ini.

311 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.