From Mie Jogja with Love #28HariNgeblog

Tahun 2014 sewaktu aku ada kerjaan proyek di sekitar Pulogadung, aku sering mampir di sekitar Rawamangun. Waktu itu sering pulang menjelang maghrib dan perut dalam kondisi keroncongan. Menembus kemacetan lalu lintas perjalanan pulang, perlu energi kuliner sembari rehat sejenak setelah penat seharian berkutat dalam pekerjaan proyek. Karena bosan makan malam dengan menu nasi, sebagai variasi aku putuskan mampir ke warung Mie Jogja Pak Karso. Sebenarnya menunya tak cuma mie Jogja, tapi ada ayam goreng dan ayam bakar. Aku tetep pesen mie godog jogja, dengan opsi pake daging sapi. Begitu pertama ngerasain, aku langsung suka. Rasanya enak, anget dan pedes. Aku langsung keringetan.

Sejak itu aku sering mampir ke Mie Jogja Pak Karso, seringnya menunya adalah mie godog. Sejak itu mie godog jadi kuliner favorit. Di tempat kuliner lain, kalo ada menu mie godog Jogja, aku sering cobain. Tapi sementara mie godog Jogja Pak Karso masih yang the best. Tapi setelah kerjaan proyekku selesai di Pulogadung, aku gak pernah mampir lagi ke Mie Jogja Pak Karso. Kalo mau ke sana dari rumah cukup jauh, dari Jakarta Selatan ke Jakarta Timur. Sementara acara rutin menikmati kuliner mie godog seusai pulang kerja cuti dulu, untuk waktu yang tak terbatas ๐Ÿ™‚

Sampe suatu saat ngeliat status temen di Twitter yang lagi pamer makan mie godog Jogja. Tahun 2015 waktu itu. Liat tampilannya di foto itu, kayaknya mie godognya enak. Aku tanya lokasi warungnya, ternyata tempatnya cukup deket dari rumah, di sekitar Pondok Indah. Beberapa waktu kemudian, aku baru punya kesempatan buat nyobain mie godog itu, nama warungnya Bakmi Jawa Pak Pom. Begitu nyobain, rasanya bener-bener paten. Secara peringkat rasa, posisinya di atas satu trap dari mie godog Pak Karso. Karena lokasinya deket dari rumah, jadilah aku pelanggan setia Pak Pom. Cukup sering mampir, paling nggak 2 sampai 3 kali dalam sebulan.

Petualangan kuliner mie godog gak sampe di situ, di bilangan Bintaro aku juga ketemu warung mie godog yang rasanya gak jauh dengan Pak Pom, namanya Warung Mie Jawa Mbah Bejo, lokasinya ada di Jalan Kesehatan Bintaro, sebelah Pom Bensin. Di sini juga aku terdaftar sebagai pelanggan yang cukup sering mampir, sampe yang jual hafal denganku dan menu yang aku pesen ๐Ÿ™‚
Yang unik dari Mie Jawa Mbah Bejo ini, semua menu makanannya disajikan dengan alas daun pisang di dalam piring.
Tapi sayang Mie Jawa Mbah Bejo ini gak bertahan lama di situ, warungnya tutup karenaย  katanya pindah tempat, tapi aku gak tahu pindahnya kemana.

Sembari menjadi pelanggan, aku penasaran juga dengan resep kuliner mie godog. Gimana kalo aku coba-coba bikin sendiri di rumah. Toh aku punya pengalaman masak kuliner yang lumayan. Paling nggak dulu pernah bisa masak kolak dan bubur kacang ijo, dan sekarang sering buat nasi goreng untuk sarapan. Aku pun browsing resep mie godog Jogja di internet dan Youtube. Yang paling membantu adalah resep yang ada di Youtube, karena memang dipraktekkan langsung secara visual. Setelah cukup informasi, aku putuskan untuk segera mencoba masak mie godog sendiri.

Percobaan pertama, lumayanlah, walau tidak gagal, tapi memang rasanya masih kurang. Agak tawar dan kurang greget. Mungkin waktu itu belum ada feel-nya. Berikutnya aku beranikan diri untuk nyoba lagi. Gak bisa sembarang waktu nyobanya, karena bahan utama berupa kaldu ayam mesti nunggu kalo di rumah lagi belanja ayam, dan memanfaatkan air rebusan ayam itu dijadikan sebagai air kaldu.

Sampai percobaan yang kesekian kali, akhirnya aku dapet rasa mie godog yang bahkan menurtku lebih enak dari versi Pak Karso ataupun Pak Pom! (hehe.. pede banget)
Itu penilaian pribadi sih, tapi bukannya kita menilai rasa masakan orang lain juga dari penilaian pribadi kita sendiri, yang bisa jadi gak sama dengan penilaian orang lain? ๐Ÿ™‚

Nah di sini, aku mau share resep masakan mie godog yang selama ini aku praktekin, berikut beberapa bahan yang aku pakai (untuk ukuran 1 porsi):
– Mie gepeng (aku pake yang merk Yi Jian. Untuk 1 porsi gunakan setengah keping mie gepeng. 1 bungkus berisi 2 keping)
– Air kaldu ayam
– Kemiri (2 buah), ketumbar (secukupnya), bawang putih (2 siung), bawang merah (1 siung), garam (secukupnya)
– Telur ayam (1 butir)
– Sayur-sayuran (wortel, kol, daun bawang, daun selada, dll)
– potongan ayam, disuwir-suwir
– Minyak gorang (1 sdm)
– Cabe rawit merah diiris kecil-kecil
– Lada bubuk

  • Mie gepeng pertama direbus dulu bersama bahan-bahan sayuran, sampe mendidih, lalu ditiriskan
  • telur ayam dikocok dengan ditabur garam secukupnya
  • bahan-bahan seperti kemiri, ketumbar, bawang putih, bawang merah, dan garam ditumbuk hingga halus, kemudian ditumis dengan 1 sendok makan
  • setelah tumisan bumbu mengeluarkan aroma dan berwarna kecoklatan, kocokan telur dimasukkan, diaduk hingga menggumpal
  • air kaldu dimasukkan dan diaduk hingga mendidih. Bila ingin rasa pedas, irisan cabe rawit merah bisa dimasukkan secukupnya. Di tahap ini bisa dicicip kuah mie godog ini rasanya sudah pas atau belum. Bila belum bisa ditambahkan garam atau lada bubuk.
  • menjelang mendidih, kuah mie godog bisa dimasukkan mie, sayuran dan suwiran ayam
  • diaduk hingga beberapa saat, kemudian mie godog siap disajikan dan disantap

Resep yang tidak terlalu rumit kan untuk dipraktekkan. Musim penghujan seperti ini memang paling pas untuk menyantap mie godog sedap hangatย fresh from the ovenย ๐Ÿ˜Šย dan bakal lebih seru lagi kalo itu hasil masakan kita sendiri.

Selamat mencoba!

404 total views, 2 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.