Kiat Cermat Mengecat (1) #28HariNgeblog

Apa yang diuraikan dalam tulisan ini sebelumnya pernah dikultwitkan di akun Twitter-ku, dan waktu itu cukup banyak mendapat tanggapan (mereply dan menge-like-nya)

Sekarang masih musim hujan, bukan waktu yang tepat sebenarnya untuk melakukan pengecatan dinding rumah. Baik itu dinding baru ataupun dinding lama, diperlukan kondisi kering ideal untuk melakukan pengecatan. Dinding lama tentu lebih cepat mencapai kondisi kering ideal, tapi bila itu dalam kondisi tidak hujan. Bila musim hujan, apalagi turun hujan setiap hari seperti sekarang ini, dinding lama akan terus menerus basah, atau paling tidak menyimpan kandungan air di dalamnya.

Apa indikasinya dinding sudah mencapai kondisi kering ideal?
Sudah mencapai derajat PH sekitar 7-8. Ini bisa diukur dengan kertas lakmus yang ditempelkan di dinding yang diukur atau menggunakan kertas aluminium foil ukuran 20×20 cm, dilakban ke dinding sekeliling dengan rapat, dibiarkan sampai 24 jam. Setelah dicopot apabila dalam kertas aluminium foil itu ternyata keringetan, berarti belum capai kondisi PH ideal. Dinding mencapai kondisi kering ideal apabila kertas dalam aluminium foil itu kering sama sekali, tidak ada lembab atau unsur airnya.

Untuk dinding baru, untuk mencapai kondisi kering ideal setelah diplester aci, biasanya kurang lebih 2 minggu. Itupun dengan syarat dinding tidak terkena air hujan. Penggunaan semen mortar untuk plester dan aci dipercaya bisa mempercepat dinding mencapai kondisi kering ideal.

Apa akibatnya bila dinding belum mencapai kondisi kering ideal, tapi sudah dicat?
Karena masih mengandung air di dalam dindingnya, efek yang paling utama dari tindakan ini adalah menyebabkan dinding permukaan dinding menjadi lembab. Dinding dengan cat emulsi mengakibatkan air yang sudah ada di dalam dinding tidak dapat keluar, menyebabkan dinding akan terus menerus lembab. Dinding yang terus menerus lembab akan mengakibatkan dinding berjamur. Bila berjamur, dinding bisa menghitam atau warna cat memudar dengan nuansa putih (jamur). Dinding yang berjamur tentu bukan pemandangan yang diinginkan dari penampilan rumah.

Kebiasaan mengerjakan pembangunan rumah secara kejar tayang sering membuat, baik pemilik rumah atau tukang yang mengerjakannya, tidak sabar untuk menunggu dinding mencapai kondisi kering ideal. Untuk mempercepatnya, bisa menggunakan bahan semen mortar untuk plesteran dan acian dinding. Tapi tetap untuk putuskan sudah mencapai kondisi kering ideal, menggunakan indikasi kertas lakmus atau aluminium foil, yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Setelah dinding mencapai kondisi kering ideal, yang dilakukan selanjutnya adalah melapisi dinding dengan cat dasar. Beberapa tukang lebih memilih menggunakan bahan plamir sebagai dasaran untuk pengecatan. Bahan plamir ini sebenarnya kurang bagus untuk lapisan dasar cat dinding. Plamir akan mengeras dan menjadi lapisan tersendiri antara dinding dan lapisan cat. Bahan plamir yang berwarna putih ini biasanya cukup tebal diaplikasikan di dinding, untuk menutupi permukaan dinding yang memang berwarna abu-abu gelap. Asumsi tukang yang menggunakan plamir, kalau permukaan dinding sudah putih maka pekerjaan pengecatan akan semakin mudah, cukup diroll 1-2 kali saja.
Cukup tebal bahan plamir diaplikasikan di dinding, akan semakin berat nantinya apabila mengering dan mengeras, karena unsur utama bahan plamir ini adalah kapur. Semakin mudah pula mengelupas, apalagi ditambah lapisan cat di atasnya. Kasus cat mengelupas di antaranya dikarenakan hal ini. Yang mengelupas adalah lapisan cat yang menempel di bahan plamir.

Untuk mengejar kondisi tembok berwarna putih agar semakin mudah dicat, sebenarnya ada bahan alternatif untuk membuat acian dinding. Namanya Skimcoat, semen acian berwarna putih. Bila dinding setelah diplester kemudian diaci menggunakan bahan Skimcoat ini, maka tidak perlu lagi menggunakan dasaran cat. Bahan Skimcoat ini termasuk dalam kategori semen mortar, yang berguna untuk mempercepat dinding mencapai kondisi kering ideal.

*bersambung

383 total views, 2 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.