Berbagi Pengalaman Diet (2) #28HariNgeblog

Di buku ‘Usia 40 tahun Tidak Perlu Makan’, Dr. Ishihara uraikan manfaat perut lapar (puasa dalam arti umum), salah satunya adalah meningkatkan jumlah dan kinerja sel darah putih, yang sangat berguna dalam sistem kekebalan (imun) tubuh. Bila kondisi perut dan lambung dalam posisi selalu kenyang, sel darah putih ini menjadi lena (lalai karena kekenyangan) sehingga bibit-bibit atau sel-sel penyakit yang mestinya bisa ia hancurkan, dibiarkan begitu saja.

Literatur-literatur berikutnya yang aku pelajari adalah tentang OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet) dan Food Combining. Dari 2 metode diet ini, aku lihat ada persamaan di antara keduanya:

  • unsur fasting (puasa), tidak makan dalam waktu tertentu
  • alokasi waktu yang ketat untuk makan makanan bebas

Di diet OCD, pelaksanaan diet dilakukan secara bertahap, dikenal dengan:

  • puasa 9 jam (hanya makan bebas dari jam 11 siang hingga jam 8 malam)
  • puasa 6 jam (hanya makan bebas dari jam 12 siang hingga jam 6 sore)
  • puasa 4 jam (hanya makan bebas dari jam 12 siang hingga jam 4 sore)

Di luar jam itu, OCD hanya membolehkan minum air putih, atau teh-kopi yang tidak diberi gula sama sekali.

Untuk Food Combining agak berbeda dengan OCD. Makan bebas didasarkan pada ritme/pola Sirkadian, yaitu ritme/pola kerja lambung:

  • pukul 12 siang – 8 malam, waktu lambung bekerja ~> waktu makan bebas, dengan beberapa catatan:
    1. Makan karbo (nasi) gak boleh dicampur dengan protein hewani (daging)
    2. Protein hewani hanya dikonsumsi pada makan siang, karena pencernaan makanan daging memakan waktu lama sampai berjam-jam, padahal waktu kerja lambung hanya sampai pukul 8 malam
    3. Kombinasi untuk makan di waktu ini adalah: karbo dengan sayur (protein hewani) dan sayur dengan protein hewani (daging)
  • pukul 8 malam – 4 pagi, waktu lambung menyerap makanan yang masukΒ  ~> tidak dianjurkan untuk makan makanan karena lambung sedang dalam beristirahat. Makan makanan pada jam ini hanya akan membebani kerja lambung yang sedang beristirahat. Ibarat manusia pada jam tidur malam dibebani pekerjaan/aktifitas yang berat.
  • Pukul 4 pagi – pukul 12 siang, waktu lambung melakukan proses pembuangan sisa-sisa makanan yang diserap, sekaligus pembersihan ruangan lambung ~> tidak dianjurkan untuk makan makanan pada waktu ini karena lambung sedang bekerja keras bebersih atau beres-beres lingkungannya 😊
    Oleh karena itu, dalam food combining, dalam kurun waktu ini tidak disarankan untuk sarapan. Hanya disarankan minum air putih sebanyak-banyaknya. Ini untuk membantu memperlancar kerja lambung dalam membersihkan sisa-sisa makanan yang diserap di waktu sebelumnya. Setelah minum air putih yang banyak di pagi hari, biasanya kita melakukan buang air besar dan kencing dengan volume yang cukup banyak.
    *saat ini aku praktekkan tiap pagi minum air sebanyak-banyaknya hingga mengalami kencing beberapa kali, sampai air urine yang keluar berwarna bening. Air urine yang masih berwarna kuning bahkan kecoklat-coklatan menandakan tubuh masih kekurangan unsur air (dehidrasi).Kalaupun hanya meminum air putih pada kurun waktu ini, kita tidak sanggup melaksanakannya, kita boleh makan, tapi hanya makan buah-buahan. Karena buah ini jenis makanan yang mudah dicerna oleh lambung dan tidak memperberat kerja lambung yang sedang mengalami proses pembersihan.
    Bila masih merasa lapar, makan buah lagi, lagi dan lagi hingga merasa kenyang. Tapi yang selama ini aku praktekkan, makan buah sebanyak-banyaknya gak pernah membuat perut kenyang seperti kenyangnya makan nasi dengan lauk pauknya. Dan ini bagus sebenarnya buat kondisi perut, karena perut gak terasa sesak atau begah.

Kalau diperhatikan antara OCD dan Food Combining, seperti yang aku sebutkan sebelumnya ada persamaan, yaitu fasting (puasa) di jangka waktu tertentu. Jangka waktu tertentu itu kurun waktu dimana lambung gak boleh dibebani oleh masuknya makanan (karena sedang dalam proses penyerapan dan pembersihan), sebagaimana manusia mempunyai jam kerja, di luar jam itu semestinya dipakai untuk beristirahat dan atau tidur.

Jangka waktu untuk fasting (puasa) ini konsekuensi yang harus disadari oleh siapapun yang akan melakukan diet. Bisa dibilang, inti dari semua program diet adalah puasa (tahan untuk tidak makan dalam waktu tertentu). Dan laku puasa ini ternyata aktifitas yang sudah sangat tua umurnya, yang dilakukan oleh semua keyakinan dan agama-agama di dunia. Untuk menunjang penjelasan ini aku cuplikkan video tentang pentingnya laku puasa di waktu-waktu tertentu (intermittent fasting) dari Dr. Jason Fung yang menulis buku ‘Complete Guide to Fasting’. Dikatakan di video ini, puasa sebagai “the most powerful natural healing solution ever..”

*bersambung

219 total views, 2 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *