Mosque silhouette in night sky with crescent moon and star

Mungkin Kesempatan Terakhir #20HariMenulisRamadan

Lima hari sebelum puasa Ramadan tahun ini dimulai, beberapa bom meledak di Surabaya. Ada korban nyawa dan banyak orang menjadi korban luka serius. Bulan Ramadan yang harusnya kita masuki dengan suka cita, rasa tenang dan damai karena akan bertemu dengan bulan mulia, tahun ini terasa sedikit suram dengan tragedi yang memakan korban mereka yang gak tahu apa-apa.

Sehari setelahnya, kita juga dapat kabar lain yang makin bikin suasana menjelang Ramadan berasa tambah mendung, Bupati Tegal yang juga seorang dalang mumpuni, Ki Enthus Susmono berpulang. Menyusul kemudian pelawak Srimulat kenamaan, Margono alias Gogon.

Musibah atawa tragedi adalah peristiwa di luar kemampuan seorang manusia. Di sinilah titik dimana manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, apabila musibah itu tidak terjadi, agar senantiasa dijauhkan dan dihindari darinya. Dan apabila musibah atau tragedi itu telah menimpa, agar diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya.

Oleh karena itu, ada sebuah doa, tidak saja dibaca pada bulan Sya’ban tapi juga sejak bulan Rajab, untuk minta keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban dan agar ‘disampaikan’ umur kita di bulan Ramadan.
Seperti kita lihat, walaupun kurang satu atau dua hari saja, ada beberapa orang yang ‘tak sampai’ bertemu bulan Ramadan tahun ini. Mereka keburu dipanggil ke Haribaan-Nya. Bagi yang ‘disampaikan umurnya’ bertemu bulan Ramadan tentu merupakan sebuah keberuntungan yang luar biasa karena sekali lagi mendapatkan kesempatan emas untuk menjadi orang yang bertaqwa.

Kesempatan emas, karena begitu banyak keberkahan dan kemuliaan yang Allah janjikan bagi yang menjalani dengan sungguh-sungguh dengan keimanan dan penuh perhitungan (imanan wahtisaban).

Kesempatan emas, karena mungkin tahun ini adalah satu-satunya kesempatan kita untuk menjalani ibadah di Bulan Ramadan. Karena kita tidak tahu, tahun depan apa kita masih diberikan kesempatan oleh-Nya untuk ‘disampaikan’ lagi umur kita menemui Bulan Ramadan lagi.

Kita udah beberapa kali menjalani ibadah Ramadan. Dan mungkin banyak di antaranya yang tidak meninggalkan kesan yang mendalam di hati. Mungkin kita terlalu terpaku pada momen lebarannya, sehingga pingin segera berlalu momen hari-hari dimana kita menahan haus dan lapar di tengah terik siang hari, dan dimana kita merasa capek menjalani rakaat demi rakaat sholat tarawih di malam hari. Ramadan, secara ekstrim, dikesankan sebagai bulan capek ibadah.

Tapi coba, kalo kita lihat momen Ramadan dan lebaran dari tahun ke tahun, ada saja beberapa orang yang kemudian baru kita sadari ternyata udah gak lagi bersama di tengah-tengah kita. Entah itu ayah, ibu, kakek, nenek, saudara, atau teman dekat kita sendiri.
Kemana mereka?
Dalam kepercayaan Islam, mereka udah berada di alam lain dengan kita, alam barzakh. Mereka sudah tak mempunyai kesempatan sebagaimana yang dipunyai oleh kita yang masih hidup di dunia, kesempatan beramal sholeh dan menjalani kehidupan sesuai dengan Petunjuk dan Hidayah-Nya.

Nah, sayang kan, kalo Bulan Ramadan ini hanya meninggalkan kesan capek ibadah di benak kita, padahal Bulan Ramadan ini kesempatan emas dan ‘jalan pintas’ kita untuk menjadi hamba yang bertaqwa (muttaqiin).

Bulan Ramadan kali ini, aku kembali coba menghidupkan blog ini dengan tantangan baru: #20HariMenulisRamadan
Selama 20 hari (ngacak, gak mesti ngurut) di bulan Ramadan untuk menulis di blog ini, dan temanya sebagian besar tentang Ramadan. Sisanya mungkin tema-tema lain yang gak ada hubungannya dengan Ramadan.
Kenapa cuma 20 hari?
Berdasar tantangan sebelumnya, #28HariNgeblog yang cuma bisa aku selesaikan hanya 24 harinya saja, aku sadar kalo sebulan full gak akan bisa aku uber, apalagi kalo di Bulan Ramadan, sepuluh hari terakhir itu suasananya udah gak kondusif buat konsen update blog. Udah suasana persiapan lebaran, dari kegiatan mbantuin panitia zakat di mesjid deket rumah, dan mungkin persiapan pulkam.

Akhirul kalam, semoga Bulan Ramadan tahun ini bisa aku manfaatin dengan sebaik-baiknya. Karena siapa tahu, mungkin ini bakal jadi Ramadan terakhir kita (yang semoga aja nggak), dan aku bisa tuntasin tantangan update blog ini dengan tuntas. 🙏🙏

354 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

2 Comments

  • Kalau ada waktu lebih di hari tertentu, boleh lah menulis lebih dari satu, Om. Jadi, bisa buat stok saat gak sempat di hari lainnya. Atau jadi scheduled post. hihihi..

    Semangat! Mari menulis setiap hari, seperti berkicau di twitter yang banyak bualannya hahaha

    • Siap. Pengennya gitu, bisa nulis tiap hari, secara banyak juga hal-hal yang memang pengen ditulis. Kadang apa daya, pas lagi banyak deadline, buat nyempetin nulis sebentar kadang susah 😊👌

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.