Hidup dan Daya Hidup #20HariMenulisRamadan

Robin Williams, aktor komedian ternama itu sudah cukup lama berpulang. Tapi biografi terbarunya baru saja dirilis. Ada satu fakta mencengangkan yang diungkapkan di situ. Salah satu alasan kenapa akhirnya Robin Williams nekat mengakhiri hidupnya sendiri adalah karena ia sebagai komedian merasa sudah tak lucu lagi, atau sudah kehilangan kemampuan komediannya. Alasan itu pulalah mungkin yang membuatnya semakin depresi. Waktu itu dari berita, kita cuma tahu salah satu alasan Robin mengakhiri hidupnya karena depresi. Tapi apa yang bikin ia depresi, gak dijelasin saat itu.

De javu dengan kasusnya Robin Williams adalah bagaimana seorang maestro dunia kepenulisan, Ernest Hemingway, mengakhiri hidupnya sendiri dengan menembakkan kepalanya dengan sebuah pistol. Ernest nekat memuntahkan peluru pistolnya ke tempurung kepalanya sendiri setelah mengalami depresi karena merasa sudah tidak mampu lagi menghasilkan tulisan-tulisan masterpiece. Ia mungkin masih bisa menulis, tapi dirasanya hanya sekadar mengetik, menghasilkan tulisan dari susunan huruf dan kata tanpa rasa dan makna.

Yang gw liat dari sosok Ernest Hemingway adalah seorang yang sudah sampai taraf ‘menulis adalah aku’. Kemampuan menulis dan dirinya sudah menjadi satu, lebur dalam sosok Ernest Hemingway Sang Penulis. Maka sewaktu ia kehilangan daya menulisnya yang menjadi dirinya selama ini, ia telah merasa kehilangan segalanya.

Di beberapa orang tua yang gw tahu, mereka masih bersemangat bekerja di usia senja, karena masih mempunyai daya dan kemampuan untuk melakukan itu. Entah merawat kebun, otomotif, menulis artikel atau buku, dan yang lainnya. Tapi begitu daya dan kemampuan mereka hilang, karena sakit, atau memang benar-benar sudah tak mampu lagi melakukannya, daya hidupnya langsung menurun drastis.
“Saya udah gak bisa apa-apa lagi, nak..” Begitu ucap mereka, diiringi pandangan mata kosong. Semangat hidup pelan-pelan turun lalu dilanjut dengan kondisi kesehatan yang makin drop.

Kehilangan harta benda, kadang malah bukan hal yang berarti bagi mereka, karena bagi mereka itu semua masih bisa dicari lagi, selama mereka masih mempunyai daya dan kemampuan untuk mencarinya lagi. Daya dan kemampuan itu adalah energi yang mereka punyai untuk bekerja, dan menghasilkan uang, sehingga bisa membeli kembali harta benda yang hilang tadi.

Sampai sini, gw ngliat ada dua komponen dalam kehidupan seseorang: hidup dan daya hidup. Daya hidup sendiri bukan soal nyawa atau roh dalam pemahaman agama. Tapi lebih ke semangat seseorang untuk selalu beramal dan beraktifitas mengisi waktu kehidupannya. Semangat yang didapat dari daya dan kemampuan yang bersifat intuitif dari dalam dirinya. Manusia masih bisa bertahan hidup dengan bugar dan penuh vitalitas, karena ditopang oleh daya hidup dalam dirinya.

Kita tentu pernah mendengar kisah Robinson Crusoe, seorang pemuda kaya raya, yang berpetualang dengan kapalnya, mengelilingi beberapa samudera, lalu kapalnya tenggelam dan ia terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni, sementara semua teman seperjalanannya mati tenggelam.
Bila si Robinson tak mempunyai ‘daya hidup’, maka tak sampai bertahun-tahun di pulau itu, ia akan mati, entah karena kelaparan karena tak kreatif mencari apa saja yang bisa menjadi makanan, atau karena stress hidup sendirian di tengah-tengah pulau yang sama sekali asing baginya.
Tapi Robinson Crusoe ternyata mampu bertahan hidup bertahun-tahun lamanya di pulau itu, bahkan bisa kembali ke kampung halamannya.

Daya hidup menurut gw ada kaitannya dengan pilihan-pilihan kita ambil selama ini. Berkaitan dengan pusat perhatian kita, orientasi aktifitas kita selama ini dan juga keyakinan. Ada yang menjadikan harta benda duniawi sebagai daya hidupnya, sehingga sewaktu harta benda dunianya lenyap, entah karena dicuri, dirampok atau ditipu oleh orang, daya hidupnya jadi ikut lenyap. Hidupnya pun hampa, kosong, yang akhirnya menggerogoti kesehatan dan hidupnya itu sendiri.

Sebagai penutup, pertanyaan yang kudu kita jawab saat ini adalah apakah yang menjadi daya hidup kita saat ini?
Sebuah pertanyaan penting, yang akan mempengaruhi hidup kita nantinya, entah beberapa tahun lagi ke depan.

119 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.