Ramadan, Kesempatan untuk Sehat (3)

Kalo di tulisan sebelumnya, makan banyak dan kekenyangan pada waktu berbuka dikaitkan dengan efeknya dengan vitalitas ibadah, di sini gw akan coba kaitkan efeknya dengan kesehatan, sepanjang yang gw tahu dari bacaan dan buku-buku referensi kesehatan yang selama ini gw baca.

Pada saat puasa, zat-zat makanan di perut dan lambung terkuras untuk sumber energi selama seharian puasa. Menjelang berbuka, perut pun dalam kondisi kosong. Ada beberapa catatan berkaitan dengan konsumsi makanan dalam kondisi perut kosong ini:

Berbuka (bukan) dengan yang manis
Mungkin karena ngeliat Rasulullah berbuka dengan buah kurma, yang rasanya manis (alami), terus untuk keperluan tagline sebuah produk, jadilah jargon ‘Berbukalah dengan yang manis’ ๐Ÿ™‚

Yang bikin tagline gak ngeliat unsur alaminya di situ. Kalo makan buah-buahan yang manis alami, juga bagus banget sih. Tapi ternyata yang diambil kan rasa manisnya aja, dan itu diganti dengan produk makanan yang unsur manisnya pake pemanis buatan (sirup, teh botol, dll). Pemanis buatan (gula tambahan) ini malah gak bagus buat kesehatan. Pemanis buatan (gula tambahan) bakal bikin lonjakan dari hormon insulin yang menyebabkan kadar gula tinggi. Lonjakan hormon insulin inilah yang meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin yaitu penyebab diabetes tipe 2.

Jangan makan berat dan kekenyangan
Selama puasa tidak makan selama 12 jam lebih lamanya, lambung berisitirahat. Sewaktu berbuka, lambung mulai lagi bekerja. Ibarat mesin, apabila langsung kita bebani dengan pekerjaan yang banyak dan berat, maka akan berpengaruh pada daya tahan dan kinerja mesin itu sendiri.

Makan berat di sini adalah makan dengan lauk pauk yang sarat produk daging, dimana apabila kita mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak, menurut Dr. Hiromi Shinya, akan mengantarkan pada keadaan lebih banyaknya sampah dalam usus dan sel-sel tubuh.

Catatan ini berlaku juga pada saat sahur. Bahkan kalo menuruti pola makan food combining berdasar ritme sirkadian (jam kerja lambung) dimana makan berat hanya dilakukan (di luar bulan puasa) dari jam 12 siang hingga jam 8 malam, dan di bulan puasa hanya bersisa dari waktu berbuka hingga jam 8 malam. Waktu sahur sendiri tak termasuk waktu dimana kita boleh makan berat.

Kelihatannya rumit ya. Tapi begitulah puasa dalam hal ini mampu menciptakan kondisi untuk kesehatan yang lebih baik. Bukan malah sebaliknya. Fenomena dimana Indonesia menduduki peringkat keenam dalam jumlah penderita diabetes seluruh dunia, cukup mencengangkan. Dimana sebagian penduduk Indonesia adalah muslim dan menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadan.

Shumu tasihuu..
Berpuasalah kamu, niscaya akan sehat, demikianlah sabda Rasulullah, yang di kemudian hari juga diamini oleh para pakar kesehatan di seluruh dunia. Dr. Hiromi Shinya, pakar kesehatan dari Jepang, punya pengalaman menyembuhkan pasiennya yang terkena penyakit kanker dengan metode puasanya. Puasa juga menurut Dr. Shinya berkontribusi menjadikan orang awet muda.
Dr. Jason Fung, menulis buku ‘The Complete Guide to Fasting’ setebal 358 halaman, menguraikan banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan berpuasa. Puasa di buku ini, menurut sejarahnya, juga turut andil dalam menajamkan intuisi dan kreatifitas orang-orang terdahulu sehingga mampu menemukan berbagai penemuan yang bermanfaat hingga sekarang.

Tapi puasa yang punya dampak kesehatan ini, baik Dr. Hiromi Shinya dan Dr. Fung dan juga pakar kesehatan lainnya sepakat, harus pula diimbangi dengan pola makan sehat setelahnya (setelah berbuka). Dan juga diikuti dengan laku puasa intensif. Tidak insidentil hanya pada saat bulan puasa, tapi juga di bulan-bulan yang lain.

Di Islam sendiri, laku puasa sunnah (di luar bulan Ramadan) ada beberapa, seperti puasa senin kamis, puasa tengah bulan dan puasa (Nabi) Daud. Ajaran Islam telah lama mengajarkan untuk menjadikan puasa sebagai gaya hidup, dimana manfaat dari itu tidak hanya pada spiritualitas, tapi juga kesehatan.

81 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.