Mengaudit Bangunan (1) #20HariMenulisRamadan

Sejak gw resign dari pekerjaan proyek sebagai site manager sekitar 10 tahun yang lalu, gw coba berbagi ilmu dan pengalaman selama bekerja di proyek.

Beruntung selama bekerja di proyek sebagai site manager, gw terlibat dalam proyek yang bisa dibilang idealis. Karena proyek tersebut dikerjakan secara swa kelola, dikerjakan langsung oleh owner, dengan merekrut beberapa tenaga profesional untuk meng-handle proyek tersebut langsung. Ada tenaga profesional yang ditugasi untuk mengatur pelaksanaan pembangunan proyek, yang dikomandoi oleh project manager dan site manager. Ada yang bertugas mengawasi kualitas dari pelaksanaan pembangunan tersebut, dengan merekrut QC. Sementara desain dan perencanaan proyek secara keseluruhan dipercayakan pada konsultan perencanaan dan konsultan struktur.

Di proyek yang dikerjakan secara swa kelola, otoritas owner dapat menjangkau langsung ke semua lini proyek. Ia tidak berhadapan dengan sebuah badan kontraktor yang di sisi lain punya kepentingan untuk melaksanakan proyek secara ekonomis (cara kerja, bahan dan kualitas yang minimal untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal). Tapi berhadapan dengan tenaga-tenaga profesional yang direkrut langsung, yang dituntut untuk melaksanakan proyek bukan dengan pertimbangan untung rugi (seperti halnya kontraktor), tapi dengan tuntutan hasil kerja kualitas terbaik.
Kebetulan sang owner juga memang menuntut kualitas pekerjaan yang terbaik, walau kadang dengan adanya konsekuensi biaya tinggi dalam pelaksanaannya.

Pengalaman-pengalaman selama di proyek itu awalnya gw share di blog yang gw bikin khusus bahas masalah bangunan. Mulai dari permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di bangunan, beserta bagaimana tips-tips mengatasinya. Gw juga share tentang bahan-bahan bangunan yang efektif dipake beserta pertimbangan-pertimbangannya, karena setiap bahan bangunan punya karakter sendiri-sendiri beserta plus minusnya, yang bisa dijadikan referensi sebelum kita memutuskan untuk menggunakannya.

Gak nyangka blog masalah bangunan gw waktu itu dapet atensi yang cukup lumayan. Salah satu radio swasta di bilangan Tebet waktu itu sempet ngontak dan ngajak gw interview share tentang masalah-masalah bangunan. Sewaktu di sesi tanya jawab, banyak juga pendengar yang nanya seputar masalah-masalah bangunan yang terjadi di bangunan rumahnya.

Sempat juga sebuah manajemen bangunan sebuah gedung perkantoran di bilangan Bintaro meminta gw melihat kondisi salah satu lantai di gedung yang megalami lendut (penurunan karena beban). Gedung itu padahal dikerjakan oleh group kontraktor bangunan tinggi yang namanya cukup familiar. Setelah itu, temen yang kebetulan jadi pengurus yayasan sebuah sekolah swasta minta gw untuk melihat kondisi bangunan sekolahnya, apa saja yang kurang menurut gw dari kondisi fisik dan kelengkapannya. Istilahnya gw diminta melakukan penilaian atau evaluasi atas kondisi bangunan yang sudah ada, yang dalam hal ini gw sebut sebagai mengaudit bangunan. Hasil akhir dari pekerjaan audit ini adalah rekomendasi beberapa hal yang harus disikapi dan diambil tindakan atas kondisi bangunan yang gw evaluasi.

Audit bangunan ini kalo menurut gw seperti halnya audit keuangan. Biarpun dalam perusahaan sudah punya akuntan yang kredibel dalam penyusunan dan manajemen keuangannya, tapi karena dalam pelaksanaannya ada saja hal-hal yang membuatnya jadi tidak rapi, dan di beberapa titik terdapat lubang-lubang yang tidak disadari atau tak dapat dilihat dari kacamata internal, maka perlu penilaian atau evaluasi dari auditor eksternal. Begitu juga dalam bangunan. Seringnya dalam pelaksanaan pembangunan suka abai dengan quality control, sehingga karena terdesak waktu dan batas budget, entah itu owner sendiri atau si kontraktor sebagai pelaksana lapangan, mengambil keputusan pragmatis yang membuat beberapa bagian bangunan bermasalah di kemudian hari. Audit bangunan perlu untuk menjaga kelangsungan bangunan agar tetap berdiri kokoh dan berfungsi secara optimal.

(bersambung)

92 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.