Mengaudit Bangunan (2) #20HariMenulisRamadan

Mengaudit bangunan lebih mudah bila di bangunan itu sebelumnya ada beberapa hal yang dikeluhkan, atau ada masalah yang mengganggu. Bila gak ada, yang dilakukan adalah mengomparasi kondisi bangunan yang ada dengan kondisi ideal menurut beberapa pertimbangan. Yang paling utama adalah pertimbangan struktur konstruksi dan pertimbangan fungsional.

Kadang pemilik bangunan awalnya mengatakan gak ada masalah dengan bangunan gedungnya, tapi setelah dikomparasi dengan kondisi ideal menurut pertimbangan fungsional, baru mengakui kalo sebenarnya ada beberapa hal yang mengganjal, tapi dianggapnya bukan sebagai masalah (yang bisa membesar di kemudian hari).

Masalah besar bagi pemilik bangunan ini bila menyangkut kondisi struktur dan konstruksi bangunan. Gw belum lama mengaudit bangunan, berdasarkan keluhan pemilik bangunan, dimana sekolahnya yang berada di pinggir jalan raya, selalu terasa bergetar kalo ada truk bermuatan berat (dump truck, truk kontainer) lewat.
Dalam hal struktur konstruksi, baik awam maupun mereka yang mengerti betul tentang konstruksi bangunan, punya intuisi yang standar tentang keamanan bangunan.

Mendeteksi masalah bangunan di bagian struktur konstruksinya, selain dengan membaca dari indikasi-indikasi yang terjadi di bangunan, harus dilanjutkan dengan beberapa pengujian untuk memastikan sumber masalahnya dimana?
Kasus bangunan yang selalu bergetar tiap truk muatan berat lewat, secara sepintas dapat disimpulkan spesifikasi bahan strukturnya tidak memenuhi syarat. Untuk memastikannya, gw menggunakan jasa lab beton. Tujuannya untuk mengukur, kualitas beton dari bangunan itu berapa nilainya.

Di dalam ilmu bangunan, tiap-tiap jenis bangunan berbeda standar mutu betonnya, misal untuk bangunan rumah tinggal kisaran K175, untuk bangunan sekolah kisaran K225 sampai K300. Untuk gedung-gedung tinggi minimal K300.

Gimana cara mengetes/menguji kualitas beton dari bangunan yang sudah berdiri?
Dengan menggunakan test coring salah satunya. Test ini hanya bisa dilakukan oleh lab beton yang mempunyai peralatan lengkap (coring tools, pressing tools, dll). Test coring ini mengambil sampel beton dari salah satu komponen struktur bangunan. Dalam kasus lantai yang bergetar, yang diambil sampel betonnya adalah plat lantai beton dari bangunan itu. Di ambil beberapa titik, untuk kemudian hasil beton sampelnya dilakukan test pressure tekanan beban. Masing-masing mutu/kualitas beton punya standar range tekanan bebannya. Lalu nanti diambil rata-rata dari mutu betonnya.

Hasil test mutu beton cukup mengejutkan, ternyata plat lantai yang selalu bergetar tiap ada truk bermuatan berat lewat itu, hanya kisaran K125 – K150. Jauh di bawah standar mutu beton untuk bangunan gedung sekolah yang mestinya minimal K225. Di sampel beton yang diambil juga kelihatan besi yang dipakai cukup kecil.

Sebenernya waktu itu, gw ngasih rekomendasi untuk dilakukan perkuatan-perkuatan struktur. Plat lantai beton yang bergetar ditopang dengan support konstruksi baja, dan di bagian atasnya dilakukan penambahan screed beton tipis untuk mengurangi lantai beton yang kendur selama ini. Rekomendasi itu dilengkapi dengan kisaran anggarannya, yang mana jumlahnya cukup besar, bahkan sangat besar.

Cukup lama setelah audit struktur bangunan itu, gw gak update kabar tentang kondisi bangunannya atau bagaimana setelah itu keputusan dari pihak sekolah tentang rekomendasi yang gw sampaikan. Ternyata terakhir gw denger kabar, pemilik sekolah memutuskan untuk merubuhkan bangunan sekolahnya, terus dibangun ulang!
Dan pada waktu proses perubuhannya, terlihat besi-besi beton yang dipake sangat jauh di bawah standar, di semua komponen konstruksi, mulai dari tiang kolom, balok dan plat lantai beton.

Rupanya pemilik bangunan/yayasan, setelah menimbang-nimbang biaya perbaikan dan juga masa depan dari bangunan sekolah yang menampung banyak anak-anak beraktifitas di dalamnya memilih untuk merubuhkan dan membangun ulang sekolahnya dengan kualitas yang oke.

Begitulah bila bangunan pada awal-awal pelaksanaanya tak diawasi secara ketat mutu, kualitas dan fungsionalitasnya.

(bersambung)

189 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.