Imam al-Ghozali dan Medsos #20HariMenulisRamadan

Gw dulu punya sodara yang waktu masih SMP tiba-tiba keranjingan baca buku-bukunya Imam al-Ghozali. Hampir semuanya judul-judul yang berkaitan dengan akhlak. Sebagai catatan, Imam al-Ghozali tak hanya menulis tentang masalah akhlak, tapi juga masalah filsafat pemikiran dan syariah seputar ibadah. Lama kelamaan, sodara gw itu terlihat pingin banget jadi sufi. Orang yang hanya fokus ibadah mendekatkan diri pada Allah.

Sodara-sodara yang lain, selain surprise dan heran, juga merasa seneng. Karena tentu itu merupakan hal yang baik baginya, berubah menjadi orang yang alim dan berakhlak. Walau sempet juga ada keraguan dan sangsi mengingat usianya yang masih sangat muda untuk fokus mendekatkan diri kepada Allah. Usia segitu (baru masuk SMP) masih labil sih. Belum mencapai kematangan pemikiran dan diri. Perjalanannya masih panjang untuk melalui banyak fase kehidupan. Belum ketemu dengan berbagai masalah serius yang seringnya bikin emosi gak kekontrol dan melanggar batas-batas idealisme.

Selain suka beribadah, sholat fardlu gak pernah ketinggalan dan selalu dikerjakan tepat waktu, ada kecenderungan lain yang kami, sodara-sodaranya yang lain merasa kurang sreg. Doi lebih suka menyendiri ketimbang berkumpul bersosialisasi bersama teman-teman atau keluarganya.

Usut punya usut, ini ada pengaruh dengan satu judul buku Imam al-Ghozali yang doi baca yang bahas tentang akhlak bergaul dengan manusia. Di buku itu, kurang lebih Imam al-Ghozali mengatakan โ€˜lebih baik menyendiri menyepi dari keramaian daripada bergaul dengan orang-orang (awam) tapi kita merasakan dampak negatifnya berupa lunturnya iman dan kekerasan hati, akibat interaksi dengan orang awam hanya berisi senda gurau, olok-olok dan ghibah.

Terus terang, gw sama sodara-sodara yang lain gak setuju dengan pemikiran yang diyakini sama doi. Dan sepengetahuan gw, pemikiran al-Ghozali tentang masalah itu juga diberikan koreksi oleh ulama-ulama sufi yang lain, baik di masa dulu dan apalagi masa sekarang. Salah satu koreksi yang gw inget adalah, tetap bergaul dengan orang lain dengan memilah-milah teman yang baik, yang memberikan dampak positif pada diri sendiri. Bila tidak, ada kesempatan untuk mengingatkan teman tersebut untuk tidak menyebarkan pengaruh negatifnya. Sembari mengajaknya pula untuk ikut mendekatkan diri kepada Allah. Menutup diri pada semua teman (yang non sufi) hanya akan memperkuat sikap ekslusif.

Fenomena yang menimpa sodara gw ini sudah terjadi bertahun-tahun yang lampau. Jauh sebelum era internet dan media sosial seperti sekarang. Orangnya juga sudah berubah sekarang. Gak nyufi lagi. Bahkan pas doi kuliah, sempat mengalami masa pencarian diri (lagi) dengan memberontak terhadap aturan-aturan yang ada.

Yang menarik untuk ditarik ke masa sekarang adalah, bagaimana bila al-Ghozali hidup pada masa sekarang dan melihat hiruk pikuk kehidupan media sosial, yang di satu sisi banyak membuat orang terhubung dan menjalin kerja sama satu sama lain, di lain sisi, menimbulkan dampak keributan yang cukup hebat, dimana orang-orang yang hidup di dalamnya saling hujat, saling maki dan saling menebar fitnah (yang keji)?

Mungkin Imam al-Ghozali tak sekadar menyarankan untuk tidak bergaul tapi bahkan dengan sangat keras memberikan fatwa haram untuk ‘bermasyarakat’ di media sosial ๐Ÿ™‚
Tentu, ini cuma dugaan gw aja.
Yang gw lihat di media sosial, ada juga beberapa orang ‘yang mengaku sufi’ atau mereka yang banyak menulis buku dengan tema-tema sufistik, cukup aktif di media sosial. Mereka punya akun di Twitter dan fan page di Facebook. Update status, berinteraksi dan terlibat dalam dialog yang cukup ‘panas’ dengan netizen yang lain.

Cuma gw lihat apa yang dikhawatirkan oleh Imam al-Ghozali pun terjadi dalam masalah pergaulan, para ‘sufi-sufi’ di media sosial itu pun kadang sempat melontarkan pernyataan-pernyataan yang tidak simpatik dan etik. Sebuah lontaran yang gak gw bayangkan bisa keluar dari seorang yang mengaku sufi ๐Ÿ™‚

163 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.