Horor Pasca Sahur #20HariMenulisRamadan

Aktifitas puasa mestinya menyehatkan. “Shumu tasihu..”

Sampai saat ini gw percaya kalo pola makan food combining adalah pola makan yang cukup sehat, yang bisa diterapkan untuk segala kondisi dan keadaan, termasuk dalam keadaan sedang berpuasa. Yang bikin sebagian orang belum berminat menerapkan pola makan food combining, khususnya di Bulan Ramadan ini adalah ritme sirkadian yang menjadi panduan pola makan dalam food combining menuntut untuk selektif dalam mengonsumsi jenis makanan pada waktu berbuka dan sahur.

Menurut ritme sirkadian, pukul 8 malam sampai pukul 4 pagi adalah waktu dimana lambung sedang beristirahat dan menyerap zat-zat makanan di waktu ritme sebelumnya (jam 12 siang hingga jam 8 malam). Pada ritme ini, lambung jangan dibebani dengan makan makanan yang menuntut kerja pencernaan yang berat. Jenis makanan yang direkomen pada waktu ini hanya buah-buahan dan konsumsi air putih. Memang cukup membuat penggemar makanan berat akan tersiksa dibuatnya. Yang kemudian membuat mereka tidak berminat sama sekali menerapkan pola makan food combining.

Di waktu sahur, yang tak menganut pola makan food combining berpendapat kita harus banyak mengonsumsi makanan berat, seperti nasi dan lauk pauknya. Lauk pauk pun sebisa mungkin yang mengandung banyak protein, seperti daging dan semacamnya. Padahal ada horor pasca sahur yang sering mendera orang-orang yang berpuasa dan menjalani sahur dengan mengonsumsi makanan berat: rasa kantuk yang sangat sulit ditahan!

Kenapa horor?
Karena rasa kantuk setelah sahur itu akan membuat pelaku sahur tertidur pulas, dengan konsumsi makanan berat bersarang di lambungnya. Ada banyak efek kesehatan yang menghantui apabila kita tidur dengan perut kenyang. Beberapa pakar kesehatan memberikan saran agar kita tidak langsung tidur setelah makan sahur, dan menyarankan untuk menahan rasa kantuk itu selama 2 sampai 3 jam lamanya. Sebuah saran yang amat sangat sulit dilaksanakan. Sangat sulit karena:

  • jam tidur di bulan Ramadan banyak berkurang dengan aktifitas sahur ini, apalagi jika ditambah dengan aktifitas qiyamullail sebelum sahur
  • makan makanan berat ketika sahur. Ini kombinasi yang sulit ditahan untuk mengantuk dan akhirnya tertidur. Ketika bangun untuk makan sahur, rasa kantuk masih sedikit tersisa. Pada waktu sahur, dengan konsumsi makanan berat, ini akan langsung menjadi beban berat di lambung, yang langsung dalam waktu yang singkat akan berpengaruh membuat rasa kantuk yang tadi masih bersisa, menjadi kuat lagi dan akhirnya sulit ditahan untuk langsung segera tidur atau tertidur dengan pulas.

Momok-momok kesehatan yang membayangi mereka yang langsung tidur setelah makan sahur adalah: stroke, naiknya asam lambung, penimbunan lemak (jahat), dan perut buncit.
Momok-momok kesehatan ini tidak dialami oleh mereka yang langsung tidur setelah makan sahur, tapi dengan konsumsi makanan yang tidak memerlukan kerja keras pencernaan, seperti buah-buahan dan konsumsi air putih.

Coba kita balik lagi ke pola makan food combining yang memberikan warning agar pada jam sahur kita tidak mengonsumsi makanan berat, bukan karena setelah itu akan terasa ngantuk dan tertidur, tapi karena pada jam tersebut lambung memang sedang berisitirahat dan tidak bisa dibebani dengan beban kerja yang berat.
Bila pada saat sahur kita menuruti pola makan food combining dengan hanya mengonsumsi buah-buahan dan air putih, dan setelah itu tertidur, tidak bakal menghadapi resiko kesehatan sebagaimana yang sahur dengan makanan berat lalu diteruskan dengan tidur.

Dr. Yuda Turana, dokter spesialis saraf mengatakan* pada pagi hari setelah waktu sahur, adalah waktu dimana terjadi siklus tekanan darah lebih tinggi dibandingkan dengan waktu lainnya. Ini akan menjadi kombinasi yang mematikan bila di pagi hari setelah sahur kita tertidur dengan perut kenyang yang berisi penuh konsumsi makanan berat.

“Shumu tasihu..”
Berpuasa itu menyehatkan, tapi dengan syarat dan ketentuan berlaku

*dari majalah Tempo, edisi 4715 tahun 2018

109 total views, 1 views today

About the author

sketsagram

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.